0812-8188-3411 bravochiller@gmail.com

Mengatasi Trouble pada mesin Chiller

Bagaimana Mengatasi mesin chiller tidak dingin, Trouble pada mesin chiller Anda bila tidak segera ditangani, pastinya akan sangat menggangu Produktifitas Kerja secara keseluruhan.

Setiap Chiller pasti pernah mengalami trouble, baik pada control Chiller maupun pada komponen-komponen penyusunnya. Trouble yang muncul pada chiller kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya

  1. Kurangnya perawatan terhadap chiller
  2. Penyimpangan penggunaan chiller oleh operator, atau
  3. Settingan chiller yang kurang sesuai dengan efektifitas kerja
Oleh karena itu, tindakan agresif dari personil maintenance sangat dibutuhkan dalam menangani trouble pada mesin chiller Anda. Penyebab chiller Anda “tidak dingin”. Trouble yang terjadi pada mesin chiller bermacam-macam, tidak hanya pada control mesin, namun bisa juga pada komponen chiller. Untuk mengetahui adanya trouble pada Chiller, maka pada display chiller perlu ditambahkan indikator, yang mana Indikator ini  akan menyala jika terjadi trouble pada mesin Chiller Anda.

Cara Memperbaikinya Trouble pada Chiller

1. Freon Shortage dan Cooling shortage

Freon Shortage merupakan suatu trouble chiller yang disebabkan oleh kurangnya Freon pada chiller. Namun hal ini sangat jarang terjadi. Untuk mengatasinya kita dapat menekan tombol Reset pada panel chiller. Jika compressor belum juga aktif segera tambah Freon.

Cara menambah Freon pada Chiller :

  1. Chiller harus dimatikan terlebih dahulu. Setelah chiller mati,
  2. Buka penutup saluran pengisian Freon,
  3. Kemudian tambahkan Freon menggunakan analiser.
  4. Perhatikan pula low pressure dan high pressure.
  5. Jika sudah berada pada kondisi yang normal, segera tutup kembali dan lakukan running test.
  6. Ukur arus compressor, perhatikan arus tersebut dengan standart maksimal ampere.
  7. Jika masih kurang dari standart, tambah Freon lagi. baca >>> ( Bagaimana mengatasi kebocoran freon)
Cooling shortage cara penanganannya hanya dengan menekan tombol reset pada panel chiller. Trouble ini disebabkan karena proses pendinginan pada condenser. Biasanya terjadi ketika chiller dinyalakan sebelum pompa cooling tower dihidupkan, sehingga proses pendinginannya terlambat.

2. Pump Overload

“Pump overload” merupakan sebuah trouble chiller yang terjadi pada pompa sirkulasi icy water. Pompa ini tidak dapat memompa air menuju chiller karena beban yang berlebih. Untuk mengatasi pump overload kita dapat memberikan pancingan pada pompa tersebut. Pancingan dengan air ini akan mencairkan es yang membeku di dalam evaporator dan pipanya.
Kebekuan di dalam evaporator dan pipanya ini disebabkan compressor chiller yang terus bekerja tanpa ada air yang akan didinginkan. Satu hal yang penting, ketika indikator trouble ini menyala, segera matikan chiller. Hal ini untuk meminimalisir kebekuan di dalam evaporator dan menjaga keawetan komponen-komponen chiller.

3. Defective heat dissipating

Trouble pada mesin chiller ini merupakan sebuah permasalahan yang terjadi pada temperature chiller. Temperatur chiller berada di atas batas normal. Trouble defective heat dissipating ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya :
  1. Tidak ada suplay cooling water dari cooling tower;
  2. Tidak adanya suplay air ini kemungkinkan pompanya belum dihidupkan. Untuk itu, kita perlu menghidupkan pompa ini sesegera mungkin.
  3. Temperatur air pendingin condensor dari cooling tower terlalu tinggi
  4. Temperatur yang terlalu tinggi menyebabkan temperature condenser menjadi tinggi pula. Condensor yang terlalu panas menyebabkan kinerja condenser tidak optimal. Untuk itu, perlu ditambahkan pendinginan pada air cooling tower.

4. Condensor terlalu kotor

Kondensor pendinginan udara dengan fan motor terdiri dari koil pipa pendingin bersirip plat (pipa tembaga dengan sirip aluminium, atau pipa tembaga dengan sirip tembaga). Udara mengalir dengan arah tegak lurus pada bidang pendingin. Gas refrigeran yang bertemperatur tinggi masuk ke bagian atas dari koil dan secara berangsur-angsur mencair dalam alirannya ke bagian bawah koil.
Condensor yang kotor disebabkan karena kerak dan kotoran pada cooling tower. Kotoran yang terlalu menggumpal dan mengendap menyebabkan air suplay cooling tower terhambat, sehingga pendinginan condenser terganggu.Artikel terkait. Cara kerja Chiller yang perlu Anda Pahami

5. Masalah Kelistrikan.

Prosedur perbaikan dan perawatan troubleshooting  kelistrikan mesin chiller yang  harus diikuti dibahas lebih khusus lagi sebagai berikut:Bagaimana cara. mengatasi masalah kelistrikan pada chiller yang berpengaruh pada umur Chiller Anda

Demikian Cara Mengatasi trouble pada Mesin Chiller Anda, semoga Bermanfaat, Untuk perawatan chiller Anda juga dapat memakai Jasa perawatan Chiller kami